Tampilkan postingan dengan label kkn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kkn. Tampilkan semua postingan

09 Agustus 2011

Laskar Power Puff Boy Margaluyu


Masih cerita tentang KKN. Tentang Margaluyu. Tentang anak - anak margaluyu yang dibiarkan keliaran di pagi buta oleh orang tuanya, dan tentang bukit bukit di belakang rumah yang menjulang cukup tinggi.

Kalo di Belitong ada Laskar Pelangi, disini ada Laskar Power Puff Boy. Laskar yang hobinya ngider keliling kampung sambil ngelemparin petasan ke WC orang. Kalo gilanya mereka lagi kumat, petasannya di ledakin di depan posko kkn sambil teriak "SAHOOORRR" jam 5 pagi.

Beberapa hari sebelumnya mereka malah ngajakin maen 'lodong'. Semacam meriam yang dibuat dari bambu besar dengan satu lubang mirip lubang seruling di bambu bagian bawahnya. Nyalainnya pake karbit yang harganya seribulimaratusan. Di masukin ke lubang kecil di lodong itu dan diberi air, trus lubangnya di tutup beberapa menit pake kain agar karbitnya menguap bersama air. Setelah cukup lama, di lubangnya di sulut pake api. Dan,, tutuplah telinga kalian.
Lodong melawan belanda
Merekalah anak - anak margaluyu yang kemaren jadi tour guide wisata kami ke bukit belakang posko kkn. Kira kira mereka masih SD, kelas 6an, ada juga yang udah SMP. 

Margaluyu cukup banyak bukitnya. Yang membuat sinyal dari beberapa provider susah masuk. Bukitnya lumayan tinggi, kira kira adalah lebih dari lima puluh ribu sentimeter di atas permuakaan laut. Di bukit itu oleh warga di bikin macem macem kebun dengan terasering. Di bagian bukitnya mah kebanyakan kebun cabe, ada juga kebun tombat dan bawang.

pemandangan dari atas, cuma di tambah caption doang loh, hoho..
Dari atas bukit, pemandangannya gak seperti yang di bayangkan sebelumnya. Tadinya saya pikir bukit ini tidak terlalu tinggi. Tapi begitu sampai di atas, awan putih dan langit biru membentuk gradasi di atas gunung haruman yang lebih mirip wajah wanita terlentang dari samping.


Sunrise dari atas bukit dengan matahari yang terlihat bulat sempurna berwarna orange menjadi pertunjukan selamat 2 menit yang sangat mengagumkan. Sungguh hal yang gak akan pernah di dapat di kota.

Pulang dari bukit kami 'dihadang' oleh bi Apoi. Tetangga posko yang sudah punya banyak cucu ini ternyata masih kuat berkebun. Dan kebunnya bukan main main luasnya. Dari kebun bi Apoi kami 'merampok' buah mangga yang di buntel dengan jaket angkatan kesayanganku, beberapa umbi umbian yang besar (sampeu'), dan sayur sayuran yang di buntel dengan tali. Tadinya kami juga di tawari buah tomat yang cukup banyak dari kebunnya. Tapi kami menolak karna memang di rumah masih banyak sekali tomat pemberian tetangga.

p.s. :
- mau jus tomat gratis, datang ke posko kami di samping kantor Balai Desa Margaluyu, Leles, Garut :P

01 Agustus 2011

Postingan setelah sempat ke warnet, lagi.

Wah, udah seminggu lewat dari postingan sebelumnya. There so many things i want to tell you.

1. Pasukan Baris Berbaris
Hari Sabtu tanggal 22 Juli kemarin, ada lomba baris berbaris antar SD se Kecamatan Leles. Saya ditugaskan untuk mengajar salah satu tim dari Sekolah Dasar di Margaluyu. Pasukan dari SD Negeri 4 Margaluyu. SD Paling jauh di desa ini. Satu SD teriri dari 2 pasukan kecil, pasukan laki laki, dan pasukan perempuan.

Ada satu hal yang harus saya syukuri saat masih di Paskibra SMA dulu. Bahwa mengajarkan baris berbaris ke anak SMA jauh lebih mudah daripada ke anak SD. Apalagi mereka adalah anak laki laki. Percayalah.
2. Situ Cangkuang
Hari Seninnya adalah hari tanpa agenda. Alhasil anggota kelompok kkn yang tidak pulang, alias masih bertahan di rumah, maen ke desa tetangga. Dan 6 orang Margaluyu, menyerang posko KKN Desa Cangkuang. :P . Desa Cangkuang yang terkenal dengan situ dan candinya itu. Hm, beruntung ada teman yang juga KKN disana.



di rakit, tsah,

hari selasa, balik lagi ke cangkuang

tour guidenya .. :P :P :P

Hari Selasanya, giliran Jono, temen sekelas, yang pengen di anterin ke Cangkuang. Dan saya pun ke cangkuang untuk kedua kalinya.. :)

3. Nonton Bareng
Ada satu agenda juga yang cukup seru. Bioskop Kampung a.k.a nonton bareng. Nonton bareng minggu pertama, malam Minggu tanggal 23 Juli dengan film Laskar Pelangi. Film yang sudah lama di putar, tapi kami putar kembali ke layar lebar yang terbuat dari kain kafan. Ya, kain kafanlah yang jadi layarnya... :D
posisi nontonnya kompak
Malam Minggu selanjutnya, 30 Juli 2011, nonton bareng lagi dengan film Merah Putih I. Film perang asli Indonesia.

4. Pentas Kaulinan
Hari Kamis, Jumat, Sabtu Minggu kemarin, kita ngadain pentas kaulinan barudak. Pentas permainan - permainan tradisional yang sudah sangat jarang dimainkan oleh anak - anak kecil. Beberapa permainan yang dimainkan antara lain Egrang / Jajangkungan, dan Boi Boiyan (kalo anak perempuan yang baen, jadi Girl Girlan), sisanya adalah permainan permintaan dari desa untuk menyambut hari kemerdekaan, nyaeta lomba balap makan kerupuk, balap karung, dan ngambilin koin yang dilumuri oli (apalah namanya).




.


5. Dan Banyak hal lagi
Salah satunya adalah hari selasa kemarin saya pulang ke Bandung. Tidak sempat posting meski ada internet berkecepatan tinggi. Hm, ya karna emang ada hal yang harus di selesaikan.
Latihan calung.. Ini mah, tetep,,,, rajin... :)

Eh, dan, selamat Menunaikan Ibadah Puasa... :D

20 Juli 2011

Calung

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). dari sini


Di Desa tempat KKN, ada satu kampung yang lekat dengan budaya bermain calungnya. Kampung Jongor. Pemimpin kesenian calung di desa ini bernama pak Momo.

Dan tadi malam, saya dan teman teman berlatih bermain calung untuk pagelaran 17an sekaligus perpisahan KKN kami. Baru seminggu mulai, udah mikirin perpisahan, ckck... :P
latian bareng warga
Bermain calung sebenarnya sulit gak sulit. Ada satu kata yang terus melekat dari salah satu orang yang juga mengajarkan kita calung.


Bermainlah dengan hati
P.S. :
saya megang calung paling rumit diantara yang lain disitu, harus banyak belajar.
calung yang kumainkan,,,

Margaluyu Wants Harry Potter

Tidak biasanya siang hari di Margaluyu begitu aneh. Langit begitu mendung. Ada banyak awan hitam. Tapi tidak hujan. Entah bagaimana.
Agenda hari ini untuk anak KKN adalah mencari bambu buat dijadikan sapu terbang. Rencananya di desa ini akan diadakan pagelaran budaya sihir yang sudah hampir punah. Saya dan beberapa teman teman KKN dipandu oleh Pak Haji ke hutan bambu untuk memilih bambu yang pas buat dijadikan sapu terbang.

baju hitam : Lutfi, berasal dari Asrama Hufflepuff
Upaya kami tidak berjalan begitu lancar. Ladang yang memiliki kemiringan lebih dari 60 derajat itu benar benar membuat pencarian bambu sihir menjadi sulit. Suasana tidak menyenangkan benar benar mengganggu perasaan. Ditambah ada banyak goblin yang mondar mandir disekitar sini.

Perasaanku mencium hal yang sungguh mengerikan. Dan ternyata benar.

Dementor muncul dari balik awan. Menelusuri jalan desa. Menghisap jiwa jiwa kegembiraan dari warga di sini. Pak Haji yang melihat dementor tidak tinggal diam.
Expecto Patronum!
Dan para dementor berlarian meninggalkan desa. Namun masih meninggalkan seberkas pertanyaan. Mengapa Para dementor tersebut bisa sampai disini? Apakah Sirius Black ada disekitar sini?

Selesai mengusir para dementor. Pencarian bambu sihir dilanjutkan. Pak haji menemukan bambu - bambu yang pas untuk dijadikan sapu terbang.
Wingardium Leviosa!
Bambu bambu tersebut kuangkat dengan mantra yang dulu pernah diajarkan oleh Hermione, temanku dulu saat di Universitas Penyihir Indonesia (UPI, dulu namanya Hogwarts).
ku taro di pelataran rumah pak haji
Pikiranku sebenarnya masih terpaku pada para dementor tadi. Dementor jaman sekarang sudah semakin kuat, bahkan tongkatku terkadang tak sanggup melawannya.
tongkat sihirku, pemberian Godric Griffindor, pendiri asrama Griffindor
Setelah seharian membuat sapu terbang, akhirnya jadi. Inilah sapu terbang yang siap digunakan untuk pagelaran sihir Desa Margaluyu
sapu terbang jaman sekarang, agar kami bisa terbang tinggi tanpa menginjak tanah.

P.S. :
  1. siapkan tongkat sihir kalian.
  2. pokoknya mah siap siap buat pagelaran kaulinan barudak
  3. jangan dianggap serius,, :P

Anak Anak Margaluyu

Setiap jam 2 siang. Beberapa anak - anak dari Desa Margaluyu pergi ke masjid untuk belajar mengaji. Sebagian besar dari mereka sudah lulus Iqra'. Mereka yang sudah memegang Al-Qur'an mengaji dengan dipandu kakak kakak KKN dari UPI. Sedangkan yang masih Iqra' dipandu oleh ibu Mae, guru ngaji yang kebetulan saat itu sedang "halangan".

Setelah mengaji.selanjutnya adalah belajar menyanyikan lagu - lagu islami atau pujian pujian. Salah satu lagu yang di populerkan di sini adalah melagukan nama - nama surat di Al-Qur'an.

Ayo ngaji...

Beres mengaji, ba'da Ashar, anak anak kecil Margaluyu bermain di lapangan samping kantor desa. Jumlahnya tidak sebanyak yang mengaji di masjid. Tapi lumayan seru. Jika ada permainan yang menyenangkan. Maka semakin sore anak - anak akan semakin banyak. Kemarin sore anak - anak bermain "Galah". Salah satu permainan tradisional di desa ini. Kalau saat saya kecil dulu, di Lampung, nama permainan seperti ini disebut "Benteng Bentengan".

Pemain dibagi menjadi dua kelompok sama besar. Mereka menjaga benteng mereka agar tidak dapat disentuh oleh lawan. Apabila lawan pertama yang maju di sentuh oleh lawan yang lebih terakhir maju, lawan yang pertama akan "ditawan". Tawanan dapat diselamatkan oleh rekan se"benteng" yang menjemputnya. Permainan selesai kalau bentengnya sudah berhasil di duduki oleh pemain lawan.

bebentengan


PS :
salah satu anak yang paling aktif
Namanya awai,, nama panjangnya GO AWAY!!!

Bakso Leles

Cung anu can pernah tuang bakso? :D

Perkenalkan, ini adalah bakso Margaluyu, baso yang di jual di salah satu konter baso di Margalulyu maksudnya.

menggoda ...

Baksonya besar. Harga 1 basonya 4ribu rupiah. Ditambah pangsit 2 biji jadi 5 ribu. Kalo mi'nya mah bawa sendiri. Jadi lebih mirip cuanki, sih. Tapi masalah rasa mah bintang tiga, lah. Kayaknya mah penjualnya lebih menonjolkan ukuran dan rasa kenyang untuk konsumennya.
Lumayan untuk mengganjal rasa kangen ke baso.

Teman setia baso di desa ini adalah kerupuk Elod. Kurang begitu tau sih apakah ini khas Margaluyu atau bukan. Tapi, sebelumnya saya tidak pernah mendengar nama kerupuk ini. Kerupuk ini dibuat dari endapan air aci yang kemudian di goreng. Jadi rasanya begitu berbeda dari kerupuk - kerupuk yang lain.

gurih dan pas buat baso


Baso dan kerupuk elod. Keduanya memang pasangan serasi.

P.S. :

  • bukan baso atau kerupuk elod yang sering saya temui di desa ini, tapi ini
  • Pisang sepertinya menjadi hidangan wajib bagi para tamu di desa ini.

Penyuluhan

Setiap pagi di margaluyu hampir selalu cerah. Sinar mataharinya masuk menembus kaca rumah dengan semangatnya. Lalu membangunkan kami yang masih duduk santai menikmati pagi. Jemuran – jemuran sudah menanti panasnya matahari. Beberapa burung gereja, sudah berkejar – kejaran. Sedang lapangan desa masih terlihat sepi. Namun sesekali terdengar suara motor dari jalan desa. Dan beberapa masuk ke pekarangan kantor dengan seragam kecoklatan sambil menggendong tas jinjing hitam.



Anak – anak berseragam merah putih sudah mulai berangkat ke sekolah. Menggendong tas dengan buku – buku pelajaran. Sedangkan para ayah berangkat ke ladang/kebun untuk bekerja.

Agenda hari ini adalah penyuluhan e-KTP bagi warga Desa Margaluyu. Kami anak KKN ikut nimbrung di acara itu untuk penyuluhan kami, KKN UPI Kearifan Budaya Lokal. Ketua kelompok kami, Loopew, sudah latihan semalaman untuk berpidato dengan bahasa Sunda. Sunda Lemes. Sunda yang bener bener sunda.

Tugasku cuma mengoperatori acara itu. Masangin proyektor, dan sedikit cek sound. Sempet ada kendala pas ada yang mau nyanyi di sela - sela acara. Entah DVD nya, atau DVD Playernya. Tapi akhirnya berlalu dengan 'ya sudahlah', gimana lagi. Kaset DVDNya emang bajakan, jadi weh eror.

Hiburan dari kami ada pembacaan puisi dan tarian. Nuri, teman kkn, membacakan puisi "Batu" dari Sutardji C.B.. Puisi yang dulu pernah dibacakan seseorang ketika SMA dulu. Mantan penyiar Radio Radiksma yang saat ini fotonya ada di hape saya. :) . Teman saya yang lain, Seli, menari jaipong dengan kostum khasnya. Dia memang dari jurusan Seni Tari. Tadi wajar kalo tariannya memang yahuut...

duet pak Abun dan Seli


Penyuluhan beres jam 16.00 waktu Margaluyu dengan tidak mengalami banyak kendala. Hanya, biasa, lah. Ngaret.

17 Juli 2011

Margaluyu

KKN UPI Garut, Leles, Margaluyu.. Hari Kedua!

Tidak seperti hari biasanya. Bangun tidur langsung bangunin laptop trus ngeplay lagunya ajikan. Kini bangun tidur di tempat yang sama sekali berbeda dari biasanya. Dengan posisi tidur  yang berbeda. Posisi mirip kuda laut yang kehabisan nafas.

Sarapan pagi pun dengan menu yang berbeda dari biasanya. Biasanya mah beli di warung terdekat. Atau sekedar masak mi instan. Sekarang masakan dimasakin ama temen. yeah. beginilah kkn. agenda paling utama dari semua program sebenarnya adalah, BERTAHAN HIDUP!
asik dimakan rame rame,,,
Mandi pun dengan keadaan yang berbeda, sama sekali berbeda. Terutama dalam hal 'air'. Kalo di kosan mah tinggal buka kran, air udah ngucur. Disini, kita harus menimba dengan alat timba sederhana. Jadi inget rumah nenek moyang dulu. Olahraga sebelum mandi itu menyenangkan, badan jadi hangat, mandi jadi tidak terlalu dingin. cobalah.

bunyinya cukup berisik
Hari kedua di desa orang. Bertemu Pak Kades. Ise Fachrudin. Buat bertanya - tanya tentang Desa Margaluyu dan menjalin kerjasama demi terciptanya hubungan yang baik, harmonis, dan sejahtera antara UPI dan Margaluyu. Cieh :P

pak kades mejeng di blog nih ye, tapi kok kopinya habis ya? :P
Jam 2 siang, kita nonton voli di kampung babakan. Olahraga yang cukup tenar disini. Ada pertandingan voli tingkat desa. Tim voli “cobra” sepetinya tim yang cukup popular disini. Susah dibayangin ada Cobra maen voli.

Perjalanan nonton voli lumayan jauh. Ada, lah, sekitar 30 menitan. Ngelewatin rumah rumah warga. Warga dengan berbagai mata percahariannya. Oh margaluyu...
panorama desa
"asik, dombanya masuk blog"
PPJ - Para Petani Jagung.
disambut pak seketaris desa, asik, ngaleu'eut heula ..
permainan yang apik, ronaldinho kalah deh... :P
ini maennya pake cakra, alias jampe - jampe
ada cropcircle di margaluyu.... haha...

Bulan bulat di margaluyu,
menyibak makna penuh harta,
cigasti yang tak terbeli,
hadiah untuk pitaloka.
-darihati :)

KKN - Dimulai!

Jam 3 pagi mata udah kebuka. Terlalu pagi kah? Tentu, tidak. Sekarang tanggal 12. Hari – hari yang baru akan segera tiba. Halah.

Hari ini hari pembukaan KKN UPI 2011, dan saya bersiap – siap. Menghadapi hari yang di nanti dari jaman semester 1. Hari yang dulu hanya ada dalam benak. Apa sih KKN? dan kaka tingkat menjawab "Kuralang Kuriling Nangkring". what the...

Saya sendiri KKN di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Kabupaten yang katanya ada banyak dodol disana, yang katanya ada banyak domba diadu disana. Kasihan. Ngadu jangkrik aja gak boleh, ini domba. Mending di makan.. :P

Upacara pembukaan (katanya) akan di mulai jam 7 pagi. Tapi kayaknya jadinya jam 8. Biasa, lah. Sedangkan jam setengah 8, saya masih keliling kampus nyari almamater yang leungit teuing kamana. Tapi alhamdulillah dapet almamater dari adik tingkat. yeah.

Berangkat ke Garut sekitar jam 9 pagi. Kita bersembilan. 4 pameugeut* 5 istri**. 6 orang naik motor, sedangkan saya, hilmi, dan dena naik mobil carry warna biru yang bawa barang bawaan satu rumah. Mobil kita melewati jalanan tol cileunyi hingga nagrek, lalu berhenti di Leles untuk penyambutan dari kecamatan.

Pak Camat Leles,, ceunah

Beres penyambutan. Istirahat sejenak di depan masjid raya leles sambil makan mi ayam khas leles. Lalu kita pun berangkat ke desa tujuan. Desa Margaluyu.Kita menginap di sebuah rumah berwarna kuning di samping barat Kantor Desa.
bumi simkuring, salami 40 dinten
Hari pertama agendanya tentu sedikit. Atau bahkan hanya agenda untuk kelompok saya. Beberes rumah, barang - barang, dan masang spanduk di depan kantor desa.

perkenalkan, beliau Pak Abun.
P.S:
  1. Tidak ada sinyal im3, maka hape saya matikan dan beralih kartu ke ‘eksel
  2. Desa ini diseponsori oleh ‘eksel ,,, meski tetep aja sinyalnya susah…
  3. Tidak ada chanel televisi yang tertangkap hanya dengan antena indoor,
  4. bawalah antena digital yang besar dari rumah, bila mampu
  5. sepertinya selama 40 hari akan sangat miskin informasi dari luar, hanya mengandalkan koneksi gprs xl yang .. yah, mahasiswa kudu prihatin we lah.
*pamegeut, bahasa Sunda, artinya “laki – laki”, kurang lebih begitu
**istri, bahasa Sunda, artinya selain pasangan suami, bisa juga berarti “perempuan”, kurang lebih begitu.