Tampilkan postingan dengan label margaluyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label margaluyu. Tampilkan semua postingan

18 September 2011

hei Margaluyu, hei Burayot,,

Kemarin kawan kawan dari KKN ngajakin buat silaturahmi ke desa KKN di Margaluyu, Garut. Dari sembilan orang anggota KKN, cuma 5 yang akhirnya berhasil ikut, itupun akhirnya berkurang 1 karna gak ikutan nginep. Ada gue, lutfi, uty, dan hilmi. Lutfi dan uty berangkat naik motor, sdangkan gue dan hilmi harus di oven di mobil elep sampe ke Leles karna gak ada motor yang bisa di pinjem, ngenes.

Di Margaluyu, kita nginep di rumah Bu Apoy. Tetangga posko yang paling 'bageur'. Anaknya suami anggota brimob, dan baru aja punya cucu sebulan yang lalu.

20 Juli 2011

Margaluyu Wants Harry Potter

Tidak biasanya siang hari di Margaluyu begitu aneh. Langit begitu mendung. Ada banyak awan hitam. Tapi tidak hujan. Entah bagaimana.
Agenda hari ini untuk anak KKN adalah mencari bambu buat dijadikan sapu terbang. Rencananya di desa ini akan diadakan pagelaran budaya sihir yang sudah hampir punah. Saya dan beberapa teman teman KKN dipandu oleh Pak Haji ke hutan bambu untuk memilih bambu yang pas buat dijadikan sapu terbang.

baju hitam : Lutfi, berasal dari Asrama Hufflepuff
Upaya kami tidak berjalan begitu lancar. Ladang yang memiliki kemiringan lebih dari 60 derajat itu benar benar membuat pencarian bambu sihir menjadi sulit. Suasana tidak menyenangkan benar benar mengganggu perasaan. Ditambah ada banyak goblin yang mondar mandir disekitar sini.

Perasaanku mencium hal yang sungguh mengerikan. Dan ternyata benar.

Dementor muncul dari balik awan. Menelusuri jalan desa. Menghisap jiwa jiwa kegembiraan dari warga di sini. Pak Haji yang melihat dementor tidak tinggal diam.
Expecto Patronum!
Dan para dementor berlarian meninggalkan desa. Namun masih meninggalkan seberkas pertanyaan. Mengapa Para dementor tersebut bisa sampai disini? Apakah Sirius Black ada disekitar sini?

Selesai mengusir para dementor. Pencarian bambu sihir dilanjutkan. Pak haji menemukan bambu - bambu yang pas untuk dijadikan sapu terbang.
Wingardium Leviosa!
Bambu bambu tersebut kuangkat dengan mantra yang dulu pernah diajarkan oleh Hermione, temanku dulu saat di Universitas Penyihir Indonesia (UPI, dulu namanya Hogwarts).
ku taro di pelataran rumah pak haji
Pikiranku sebenarnya masih terpaku pada para dementor tadi. Dementor jaman sekarang sudah semakin kuat, bahkan tongkatku terkadang tak sanggup melawannya.
tongkat sihirku, pemberian Godric Griffindor, pendiri asrama Griffindor
Setelah seharian membuat sapu terbang, akhirnya jadi. Inilah sapu terbang yang siap digunakan untuk pagelaran sihir Desa Margaluyu
sapu terbang jaman sekarang, agar kami bisa terbang tinggi tanpa menginjak tanah.

P.S. :
  1. siapkan tongkat sihir kalian.
  2. pokoknya mah siap siap buat pagelaran kaulinan barudak
  3. jangan dianggap serius,, :P

Anak Anak Margaluyu

Setiap jam 2 siang. Beberapa anak - anak dari Desa Margaluyu pergi ke masjid untuk belajar mengaji. Sebagian besar dari mereka sudah lulus Iqra'. Mereka yang sudah memegang Al-Qur'an mengaji dengan dipandu kakak kakak KKN dari UPI. Sedangkan yang masih Iqra' dipandu oleh ibu Mae, guru ngaji yang kebetulan saat itu sedang "halangan".

Setelah mengaji.selanjutnya adalah belajar menyanyikan lagu - lagu islami atau pujian pujian. Salah satu lagu yang di populerkan di sini adalah melagukan nama - nama surat di Al-Qur'an.

Ayo ngaji...

Beres mengaji, ba'da Ashar, anak anak kecil Margaluyu bermain di lapangan samping kantor desa. Jumlahnya tidak sebanyak yang mengaji di masjid. Tapi lumayan seru. Jika ada permainan yang menyenangkan. Maka semakin sore anak - anak akan semakin banyak. Kemarin sore anak - anak bermain "Galah". Salah satu permainan tradisional di desa ini. Kalau saat saya kecil dulu, di Lampung, nama permainan seperti ini disebut "Benteng Bentengan".

Pemain dibagi menjadi dua kelompok sama besar. Mereka menjaga benteng mereka agar tidak dapat disentuh oleh lawan. Apabila lawan pertama yang maju di sentuh oleh lawan yang lebih terakhir maju, lawan yang pertama akan "ditawan". Tawanan dapat diselamatkan oleh rekan se"benteng" yang menjemputnya. Permainan selesai kalau bentengnya sudah berhasil di duduki oleh pemain lawan.

bebentengan


PS :
salah satu anak yang paling aktif
Namanya awai,, nama panjangnya GO AWAY!!!

Bakso Leles

Cung anu can pernah tuang bakso? :D

Perkenalkan, ini adalah bakso Margaluyu, baso yang di jual di salah satu konter baso di Margalulyu maksudnya.

menggoda ...

Baksonya besar. Harga 1 basonya 4ribu rupiah. Ditambah pangsit 2 biji jadi 5 ribu. Kalo mi'nya mah bawa sendiri. Jadi lebih mirip cuanki, sih. Tapi masalah rasa mah bintang tiga, lah. Kayaknya mah penjualnya lebih menonjolkan ukuran dan rasa kenyang untuk konsumennya.
Lumayan untuk mengganjal rasa kangen ke baso.

Teman setia baso di desa ini adalah kerupuk Elod. Kurang begitu tau sih apakah ini khas Margaluyu atau bukan. Tapi, sebelumnya saya tidak pernah mendengar nama kerupuk ini. Kerupuk ini dibuat dari endapan air aci yang kemudian di goreng. Jadi rasanya begitu berbeda dari kerupuk - kerupuk yang lain.

gurih dan pas buat baso


Baso dan kerupuk elod. Keduanya memang pasangan serasi.

P.S. :

  • bukan baso atau kerupuk elod yang sering saya temui di desa ini, tapi ini
  • Pisang sepertinya menjadi hidangan wajib bagi para tamu di desa ini.

Penyuluhan

Setiap pagi di margaluyu hampir selalu cerah. Sinar mataharinya masuk menembus kaca rumah dengan semangatnya. Lalu membangunkan kami yang masih duduk santai menikmati pagi. Jemuran – jemuran sudah menanti panasnya matahari. Beberapa burung gereja, sudah berkejar – kejaran. Sedang lapangan desa masih terlihat sepi. Namun sesekali terdengar suara motor dari jalan desa. Dan beberapa masuk ke pekarangan kantor dengan seragam kecoklatan sambil menggendong tas jinjing hitam.



Anak – anak berseragam merah putih sudah mulai berangkat ke sekolah. Menggendong tas dengan buku – buku pelajaran. Sedangkan para ayah berangkat ke ladang/kebun untuk bekerja.

Agenda hari ini adalah penyuluhan e-KTP bagi warga Desa Margaluyu. Kami anak KKN ikut nimbrung di acara itu untuk penyuluhan kami, KKN UPI Kearifan Budaya Lokal. Ketua kelompok kami, Loopew, sudah latihan semalaman untuk berpidato dengan bahasa Sunda. Sunda Lemes. Sunda yang bener bener sunda.

Tugasku cuma mengoperatori acara itu. Masangin proyektor, dan sedikit cek sound. Sempet ada kendala pas ada yang mau nyanyi di sela - sela acara. Entah DVD nya, atau DVD Playernya. Tapi akhirnya berlalu dengan 'ya sudahlah', gimana lagi. Kaset DVDNya emang bajakan, jadi weh eror.

Hiburan dari kami ada pembacaan puisi dan tarian. Nuri, teman kkn, membacakan puisi "Batu" dari Sutardji C.B.. Puisi yang dulu pernah dibacakan seseorang ketika SMA dulu. Mantan penyiar Radio Radiksma yang saat ini fotonya ada di hape saya. :) . Teman saya yang lain, Seli, menari jaipong dengan kostum khasnya. Dia memang dari jurusan Seni Tari. Tadi wajar kalo tariannya memang yahuut...

duet pak Abun dan Seli


Penyuluhan beres jam 16.00 waktu Margaluyu dengan tidak mengalami banyak kendala. Hanya, biasa, lah. Ngaret.

17 Juli 2011

Margaluyu

KKN UPI Garut, Leles, Margaluyu.. Hari Kedua!

Tidak seperti hari biasanya. Bangun tidur langsung bangunin laptop trus ngeplay lagunya ajikan. Kini bangun tidur di tempat yang sama sekali berbeda dari biasanya. Dengan posisi tidur  yang berbeda. Posisi mirip kuda laut yang kehabisan nafas.

Sarapan pagi pun dengan menu yang berbeda dari biasanya. Biasanya mah beli di warung terdekat. Atau sekedar masak mi instan. Sekarang masakan dimasakin ama temen. yeah. beginilah kkn. agenda paling utama dari semua program sebenarnya adalah, BERTAHAN HIDUP!
asik dimakan rame rame,,,
Mandi pun dengan keadaan yang berbeda, sama sekali berbeda. Terutama dalam hal 'air'. Kalo di kosan mah tinggal buka kran, air udah ngucur. Disini, kita harus menimba dengan alat timba sederhana. Jadi inget rumah nenek moyang dulu. Olahraga sebelum mandi itu menyenangkan, badan jadi hangat, mandi jadi tidak terlalu dingin. cobalah.

bunyinya cukup berisik
Hari kedua di desa orang. Bertemu Pak Kades. Ise Fachrudin. Buat bertanya - tanya tentang Desa Margaluyu dan menjalin kerjasama demi terciptanya hubungan yang baik, harmonis, dan sejahtera antara UPI dan Margaluyu. Cieh :P

pak kades mejeng di blog nih ye, tapi kok kopinya habis ya? :P
Jam 2 siang, kita nonton voli di kampung babakan. Olahraga yang cukup tenar disini. Ada pertandingan voli tingkat desa. Tim voli “cobra” sepetinya tim yang cukup popular disini. Susah dibayangin ada Cobra maen voli.

Perjalanan nonton voli lumayan jauh. Ada, lah, sekitar 30 menitan. Ngelewatin rumah rumah warga. Warga dengan berbagai mata percahariannya. Oh margaluyu...
panorama desa
"asik, dombanya masuk blog"
PPJ - Para Petani Jagung.
disambut pak seketaris desa, asik, ngaleu'eut heula ..
permainan yang apik, ronaldinho kalah deh... :P
ini maennya pake cakra, alias jampe - jampe
ada cropcircle di margaluyu.... haha...

Bulan bulat di margaluyu,
menyibak makna penuh harta,
cigasti yang tak terbeli,
hadiah untuk pitaloka.
-darihati :)

KKN - Dimulai!

Jam 3 pagi mata udah kebuka. Terlalu pagi kah? Tentu, tidak. Sekarang tanggal 12. Hari – hari yang baru akan segera tiba. Halah.

Hari ini hari pembukaan KKN UPI 2011, dan saya bersiap – siap. Menghadapi hari yang di nanti dari jaman semester 1. Hari yang dulu hanya ada dalam benak. Apa sih KKN? dan kaka tingkat menjawab "Kuralang Kuriling Nangkring". what the...

Saya sendiri KKN di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Kabupaten yang katanya ada banyak dodol disana, yang katanya ada banyak domba diadu disana. Kasihan. Ngadu jangkrik aja gak boleh, ini domba. Mending di makan.. :P

Upacara pembukaan (katanya) akan di mulai jam 7 pagi. Tapi kayaknya jadinya jam 8. Biasa, lah. Sedangkan jam setengah 8, saya masih keliling kampus nyari almamater yang leungit teuing kamana. Tapi alhamdulillah dapet almamater dari adik tingkat. yeah.

Berangkat ke Garut sekitar jam 9 pagi. Kita bersembilan. 4 pameugeut* 5 istri**. 6 orang naik motor, sedangkan saya, hilmi, dan dena naik mobil carry warna biru yang bawa barang bawaan satu rumah. Mobil kita melewati jalanan tol cileunyi hingga nagrek, lalu berhenti di Leles untuk penyambutan dari kecamatan.

Pak Camat Leles,, ceunah

Beres penyambutan. Istirahat sejenak di depan masjid raya leles sambil makan mi ayam khas leles. Lalu kita pun berangkat ke desa tujuan. Desa Margaluyu.Kita menginap di sebuah rumah berwarna kuning di samping barat Kantor Desa.
bumi simkuring, salami 40 dinten
Hari pertama agendanya tentu sedikit. Atau bahkan hanya agenda untuk kelompok saya. Beberes rumah, barang - barang, dan masang spanduk di depan kantor desa.

perkenalkan, beliau Pak Abun.
P.S:
  1. Tidak ada sinyal im3, maka hape saya matikan dan beralih kartu ke ‘eksel
  2. Desa ini diseponsori oleh ‘eksel ,,, meski tetep aja sinyalnya susah…
  3. Tidak ada chanel televisi yang tertangkap hanya dengan antena indoor,
  4. bawalah antena digital yang besar dari rumah, bila mampu
  5. sepertinya selama 40 hari akan sangat miskin informasi dari luar, hanya mengandalkan koneksi gprs xl yang .. yah, mahasiswa kudu prihatin we lah.
*pamegeut, bahasa Sunda, artinya “laki – laki”, kurang lebih begitu
**istri, bahasa Sunda, artinya selain pasangan suami, bisa juga berarti “perempuan”, kurang lebih begitu.